
via wajibbaca.com
Apalagi pekerjaan setan selain menggoda manusia di bumi ini. Apapun aktifitas yang kita lakukan maka sebaiknya kita mengawali semua itu dengan doa. Paling tidak dengan mengucap basmallah, maka kita sudah membentengi diri kita dari godaan setan yang tekutuk. Karena setan tidak akan berhenti menggoda manusia sampai hari kiamat tiba, maka kita harus benar-benar membentengi hati kita dengan iman agar tak tergoda oleh bujuk rayu setan.
Kali ini wajibbaca merangkum dari berbagai sumber, tanda-tanda bahwa kita sedang diganggu setan saat melakukan shalat. Apa sajakah jenis godaan dan gangguan-gangguan setan tersebut? Berikut 10 gangguan yang dilakukan setan saat manusia shalat,
1. Ada perasaan was-was, saat melakukan takbiratul ihram kurang yakin

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar”, bila kita ragu apakah takbir yang kita lakukan itu sudah sah atau belum sah. Kemudian kita langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir, Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.
Ibnul Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman.
2. Tidak bisa konsentrasi dalam membaca bacaan shalatSahabat Rasulullah SAW yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)
3. Sampai jumlah rakaat-pun kita lupa.Abu Hurairah r.a berkata.
“Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sholat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”. (HR Bukhari dan Muslim)
4. Memikirkan hal - hal keduniawian

eeehm...enaknya daging ayam ini via wajibbaca.com
Pernahkah anda mengingat hal-hal yang mungkin penting tapi sudah lama terlupa. Tiba-tiba saat shalat malah ingat.
Abu Hurairah r.a berkata:
“Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan sholat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat”. (HR Bukhari)
5. Shalat dengan tergesa-gesaKarena sedang dikejar deadline, jadi kerjaanya numpuk. Shalatpun jadi tergesa-gesa. Pernah mengalami hal ini? Atau bahkan sering?
Ibnul Qayyim berkata.
“Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berperilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan terburu-buru sebelum waktunya”.
Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah.
Pada zaman Rasulullah SAW ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya.
“Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat sholatmu”. (HR Bukhari dan Muslim)
“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)
6. Sering melakukan hal-hal diluar gerakan shalatDahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat:
“Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)
Imam Ibnu Al-Utsaimin menjelaskan,
Jika gerakan yang banyak tersebut dilakukan secara terpisah-pisah maka tidak membatalkan sholat. Namun bukan main-main seperti hadist diatas. Jika ia bergerak tiga kali pada raka’at yang pertama, kemudian bergerak lagi tiga kali di rakaat kedua, kemudian bergerak tiga kali juga di rakaat ketiga, dan bergerak juga tiga kali di rakaat keempat, maka jika seandainya gerakan-gerakan ini digabung tentunya banyak gerakannya, akan tetapi tatkala gerakan-gerakan tersebut terpisah-pisah maka jadi sedikit jika ditinjau pada setiap rakaat masing-masing, dan hal ini tidak membatalkan sholat. (Syarhul Mumti’ 3/351).
7. Menengok ke kanan dan ke kiriDengan sadar atau tidak, saat shalat melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata:
“Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika sholat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)
8. Menguap dan mengantuk

Rasulullah SAW bersabda:
“Menguap ketika sholat itu dari syaitan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin”. (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda:
“Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya”. (HR Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Iblis Takut pada Orang Tidur Berilmu daripada Orang yang Sedang Shalat Tapi Bodoh
9. Bersin berkali-kali dalam shalatSyaitan ingin menggangu kekhusyu’an sholat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud:
“Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syaitan” (Riwayat Thabrani).
Ibnu Hajar mengomentari kenyataan Ibnu Mas’ud: “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar sholat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

10. Rasanya ingin buang anginRasulullah SAW bersabda :
“Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”. (HR Muslim)
Hal-hal diatas adalah beberapa gangguan setan saat kita sedang shalat. Namun tidak menutup kemungkinan kita merasakan hal lain yang sekiranya mengganggu konsentrasi shalat kita. Namun benar atau tidaknya hal diatas, semua kebenaran hanya dari Allah. Wallahu a’lam bis showab. Jadi kami menerima kritik dan saran dari pembaca.
Health Insurance
What is 'Health Insurance'
Health insurance is a type of insurance coverage that pays for
medical and surgical expenses incurred by the insured. Health insurance can
reimburse the insured for expenses incurred from illness or injury, or pay the
care provider directly. It is often included in employer benefit packages as a
means of enticing quality employees. The cost of health insurance premiums is
deductible to the payer, and benefits received are tax-free.
BREAKING DOWN 'Health Insurance'
Health insurance can be tricky to navigate. Managed care
insurance plans require policyholders to receive care from a network of
designated health care providers for the highest level of coverage. If patients
seek care outside the network, they must pay a higher percentage of the cost.
In some cases, the insurance company may even refuse payment outright for
services obtained out of network. Many managed care plans require patients to
choose a primary care physician who oversees the patient's care and makes
recommendations about treatment. Insurance companies may also deny coverage for
services that were obtained without preauthorization. In addition, insurers may
refuse payment for name brand drugs if a generic version or comparable
medication is available at a lower cost.
Insurance plans with higher out-of-pocket costs generally have
smaller monthly premiums than plans with low deductibles. When shopping for
plans, individuals must weigh the benefits of lower monthly costs against the
potential risk of large out-of-pocket expenses in the case of a major illness
or accident. Health insurance has many cousins, such as disability insurance,
critical (catastrophic) illness insurance and long-term care (LTC) insurance.
Affordable Care Act
In 2010, President Barack Obama signed the Patient Protection
and Affordable Care Act into law. It prohibits insurance companies from denying
coverage to patients with pre-existing conditions and allows children to remain
on their parents' insurance plan until they reach the age of 26. In
participating states, the act also expanded Medicaid, a government program that
provides medical care for individuals with very low incomes. In addition to
these changes, the ACA established the federal Healthcare Marketplace. The marketplace
helps individuals and businesses shop for quality insurance plans at affordable
rates. Low-income individuals who sign up for insurance through the marketplace
may qualify for subsidies to help bring down costs.
Americans are required to carry medical insurance that meets
federally designated minimum standards or face a tax penalty. In certain cases,
taxpayers may qualify for an exemption from the penalty if they were unable to
obtain insurance due to financial hardship or other situations. Two public
health insurance plans, Medicare and the Children's Health Insurance Program,
target older individuals and children, respectively. Medicare also serves
people with certain disabilities. The program is available to anyone age 65 or
older. The CHIP plan has income limits and covers babies and children up to the
age of 18.
0 Response to "10 Tanda Kita Diganggu Syaitan Ketika Solat, nombor 8 paling ramai kena. Saya pun selalu kena... Nampak remeh tapi hakikatnya ramai yang kena macam ni.. Jangan Terkejut!!! Tak Percaya? Baca Sendiri.. Hakikat yang kita semua hadapi.."
Post a Comment